Pengobatan Untuk Degenerasi Makula Pada Lansia

Pantangna Makanan - Penyakit Degenerasi Makula atau age-related macular regeneration (AMD) sangat berisiko menyerang lansia. Terjadinya penyakit ini ditandai dengan hilangnya pusat penglihatan, sebab adanya kerusakan bertahap pada makula.
Pengobatan Untuk Degenerasi Makula Pada Lansia

AMD terbagi dalam dua tipe, kering serta basah. Kebanyakan 80 sampai 90 persen pasien AMD merupakan tipe kering yang dalam waktu 8 tahun bisa menyebabkan kebutaan.

Sedangkan penderita AMD tipe basah hanya sekitar 10-20 persen, dalam kurun waktu 1 atau 2 tahun sebanyak 80 penderita tipe basah dapat menyebabkan kebutaan.

Jelas dari fakta tersebut tipe basah menjadi yang paling ditakuti. Jika Anda atau orang disekitar Anda sudah menderita AMD, berikut ini ada beberapa solusi tepat untuk mengatasinya:

1. Laser

Pengobatan AMD dengan laser bertujuan untuk menghancurkan pembuluh darah  yang rapuh dan hanya cocok untuk sebagian kecil pasien saja. Menurut Dr. Elvioza, laser ternyata tidak bisa memperbaiki kerusakan yang terjadi pada makula, tapi hanya dapat memperlambat kebutaan. Bahkan lebih parah lagi ada pasien justru buta karena laser tersebut. Selain itu juga, saat pasien kambuh maka akan dilakukan proses laser kembali dan begitu seterusnya.

2. Photodinamik + Verteporin

Dalam pengobatan tipe ini, obat akan disuntikan kedalam pembuluh darah di tangan, lalu diaktifkan dengan sinar bertenaga rendah yang tidak akan merusak retina pasien. Ketika melakukan pengobatan ini, sebenarnya tidak memperbaiki penglihatan tapi hanya memperlambat progres penyakit AMD.

3. Penghambat Pembentukan Pembuluh Darah Baru (Angiogenesis)

Angiogenesis adalah pembentukan pembuluh darah baru. Untuk membentuk pembuluh darah baru, dibutuhkan protein sebagai faktor pertumbuhan yang disebut Vasular Endothelial Growth Factor (VEGF).

Salah satu penghambat untuk angiogenesis yaitu Afilbercept yang terbuat dari fusi protein reseptor VEGF 1 dan 2. Obat ini disuntikan ke dalam mata menggunakan jarum yang tipis serta pendek. Prosedur ini hanya berlangsung beberapa menit dan tidak menimbulkan rasa sakit. Cairan yang disuntikan kemudian akan diserap oleh makula.

Berkurangnya kadar VEGF di dalam tubuh penderita AMD, maka akan terjadinya penghambatan pembentukan pembuluh darah yang baru. Cara ini merupakan pengobatan standar untuk AMD tipe basah terutama jika kerusakan ada pada fovea. Biaya yang harus dikeluarkan untuk satu kali suntik satu mata yaitu sekitar Rp 12 juta, waktu untuk penyuntikan tiap dua bulan sekali.

0 Response to "Pengobatan Untuk Degenerasi Makula Pada Lansia"

Poskan Komentar